Maulid Nabi di SMAN 2 Bangkalan, Merawat Tradisi di Lingkungan Sekolah
- Rusli Djunaidi
- 01 Sep, 2026
BANGKALAN I MaduraNetwork.id - Suasana berbeda terlihat di SMA Negeri 2 Bangkalan, Jawa Timur. Lebih dari seribu siswa mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang untuk pertama kalinya digelar di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti siswa dan jajaran keluarga besar
sekolah. Komite SMAN 2 Bangkalan serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Bangkalan
turut hadir dalam rangkaian peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW tersebut.
Peringatan Maulid Nabi kali ini juga menghadirkan dai muda Habib Idrus
Al Aidid. Selain menyampaikan tausiah, Habib Idrus dikenal sebagai pendakwah
yang aktif mengajak generasi muda melantunkan shalawat.
Ajakan tersebut mendapat sambutan antusias dari para siswa. Mereka
mengikuti lantunan shalawat yang menjadi bagian utama dari rangkaian acara.
Kepala SMAN 2 Bangkalan Dwi Imam Arif mengatakan, penyelenggaraan Maulid
Nabi di sekolah menjadi sesuatu yang berbeda karena selama ini tradisi
masyarakat Madura lebih banyak menempatkan rumah sebagai pusat peringatan
Maulid.
“Tradisi orang Madura kalau Mauludan mereka pulang ke rumah. Itu
merupakan kearifan lokal. Kami menggelarnya di sekolah karena sekolah juga
rumah bagi kami,” kata Imam.
Menurut dia, peringatan Maulid Nabi tidak semata-mata menjadi kegiatan
seremonial. Momentum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk
mengenal sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan
sehari-hari.
Imam menilai pendidikan di sekolah tidak cukup hanya berorientasi pada
pencapaian akademik. Pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual
juga perlu mendapat ruang yang seimbang.
“Peringatan Maulid Nabi ini memiliki nilai-nilai yang baik, seperti
meneladani akhlak Nabi SAW. Tentunya ini juga lebih mengenalkan Rasulullah SAW
kepada anak didik kita,” ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan keagamaan seperti shalawatan diharapkan dapat
menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa. Sekolah, kata Imam, berupaya
memberikan ruang bagi peserta didik untuk tumbuh tidak hanya secara
intelektual, tetapi juga secara spiritual.
“Selain akademik, kami juga mengimbangi dengan kegiatan kerohanian
berupa shalawatan. Setidaknya agar keberkahan juga melingkupi sekolah kami,”
tutur Imam.
Bagi SMAN 2 Bangkalan, peringatan Maulid Nabi sekaligus menjadi upaya
mempertemukan tradisi masyarakat dengan lingkungan pendidikan. Sekolah tidak
hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga ruang
untuk menanamkan nilai budaya, keagamaan, dan keteladanan kepada generasi muda.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

